Tampilkan postingan dengan label Naskah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Naskah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Agustus 2012
Queen Flower
karya : Billy Briliant“Dasar Kamseupay!” sembur Clara dari dalam mobilnya yang hendak pulang. Naomi sedikit geram akan ejekan itu. Namun Ia yang pulang dengan Jalan kaki tak berdaya untuk menandingi kawanya yang pulang dengan mobil mewah. Ia hanya menggerutu sekenanya saja.
Naomi melanjutkan jalanya menuju kediamanya yang berjarak lumayan jauh dari sekolah barunya. Satu cemooh baru saja selesai, tiba-tiba ... Pratt!! sebuah cipratan air pun mengenai pakaian Naomi yang sudah menguning.
“Hahaha ... Ini semua memang pantas untukmu, Culun!!” Ejek Felysa dari dalam mobilnya. Lagi-lagi yang mengerjai Naomi dari dalam mobil. Naomi tak bisa membalasnya.
Naomi mengembuskan nafas. Kesal sekaligus sedih bercampur pada dirinya. Betapa tidak? Naomi yang baru saja masuk disekolah barunya sudah di suguhi dengan berbagai cemoohan dari teman-temanya yang berderajat lebih tinggi darinya. Ya, mereka adalah anak-anak yang tercukupi. Sedangkan Naomi? Biaya bersekolah pun terbilang sulit. Beruntung Naomi bisa masuk sekolah yang bagus itu, karena Ia terpilih dalam sebuah lomba pelajaran lalu.
Selain itu, Naomi juga sedih karena seragam sekolahnya yang sudah kusut itu terciprat genangan air dan akibatnya semuanya menjadi basah. Malangnya lagi, Naomi hanya memiliki satu Seragam dan itu sudah sangat lecek.
Namanya Naomina Arisha Kito. Ia adalah seorang Gadis yang memulai hari-harinya dengan sederhana. Penampilanya sederhana dengan kaca mata bulat nya yang tak henti digunakan.
Naomina tinggal disebuah tempat yang terpencil. Desa Ferground, namanya. Desa itu ditempati oleh beberapa orang saja. Tak banyak orang yang menginginkan tinggal ditempat yang terpencil itu. bahkan tak heran bila Naomi selalu bangun tidur dini hari, agar dapat sampai di sekolah tepat waktu. Selain jaraknya yang lumayan jauh, ia pun harus berjalan kaki untuk menempuh pendidikan.
Meskipun desa Ferground adalah desa yang terpencil, namun Naomi sudah sangat mencintainya. Betapa tidak? Jauh didalam Desa terdapat sebuah sungai yang amat indah! Dan mengunjunginya adalah salah satu hal yang wajib dilakukan Naomi.
Hari pertama Naomi disekolah barunya sangat memilukan. Entah apa penyebabnya. Padahal Naomi adalah anak yang cerdas. Tetapi penampilanya sangat sederhana dan itulah yang membuat teman-temanya menjadi sebal denganya. Maka tak heran bila Naomi mendapatkan cibiran “Si Culun”.
Tok .. tok .. tok..Naomi mengetuk pintu rumahnya yang sudah rapuh dimakan usia. Pintu terbuka dan tampaklah seorang wanita tua, yaitu Ibunya. Naomi hanya bisa menundukkan kepalanya. Ia tak bisa membayangkan ocehan apa yang akan didapat ketika ibunya melihat bajunya yang sudah berlumuran air.
Benar saja! Ibu terpenjerat melihat seragam putrinya yang kotor. Matanya mendelik kaku. Jelas saja ibu marah pada Naomi.
“Astaga! Kau ini bagaimana? Bukankah seragam sekolahmu masih digunakan esok hari? Mengapa kau kotorkan seragam mu ini?!” bentak ibu dengan mata memelototi seragam Naomi. Naomi membungkam. Ia tak bisa berkata apapun. Didalam hatinya, Ia ingin sekali menangis.
“Cepat masuk dan ganti pakaianmu!” Lanjut Ibu yang mempersilakan Naomi masuk.
Naomi masuk dengan hati yang bercamuk. Kemudian, ia menuju kamarnya dan berganti baju. Selepas itu, Ia berbaring dikamar. Bingung akan melakukan apa. Ia butuh hiburan dan juga kesendirian.
“Aha! Bagaimana kalau Aku pergi ke sungai!” pikir Naomi yang beranjak dari tidur. Wajahnya semula kusam dan tak ber-Aura. Tapi kini menjadi penuh sinar dan semangat. Tanpa pikir panjang, Ia pun keluar dari rumah dan lekas menuju Sungai.
Naomi berjalan dengan riang. Mulutnya bersenandung indah menyertainya perjalanannya menuju sungai. Sekawanan burung memasuki semak-semak dedaunan di pohon yang berjajar. Rambutnya yang terkepang dua berloncat-loncat terbawa angin. Naomi tak merasakan kesedihan ketika bermain dengan alam.
Tak lama dari itu, tibalah Naomi ditepi sungai. Sungainya tak dangkal dan juga tak besar. Air dari dalam sungai itu cukuplah jernih. Disekitarnya terdapat beberapa jenis bunga yang berwarna-warni. Bunga-bunga itu bermekaran selalu dikala surya menyinari. Ada juga Ilalang yang menari-nari terhempas angin.
Naomi duduk diantara semak-semak rerumputan yang beraroma. Perutnya bergelitik seketika. Lapar. Ia mendongak keatas. Belasan buah Apel yang segar bergelantungan dengan pucuknya. Naomi terdiam sejenak. Seutas senyum tersungging dibibirnya.
Naomi segera Berdiri. Dengan tangkas, Ia memanjat pohon Apel yang berada di tepi sungai. Ia sudah terbiasa memanjat pohon-pohon yang berukuran besar. Sehingga kemampuanya ini sudah tak diragukan lagi. Naomi memetik satu buah Apel.
Setelah mendapatkanya, Naomi kembali duduk direrumputan. Gigi-giginya mengais buah Apel secara perlahan. Serat-serat yang dihasilkan memupuk dahaga Naomi. Tanpa sengaja, Naomi melihat ke genangan air sungai.
Sekelibat terdapat naungan aneh. Mulut Naomi yang hendak menyantap Apel hanya menganga, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Karena penasran, Naomi kembali menatap ke air sungai yang jernih.
Betapa terkenjutnya Naomi saat itu. Air yang jernih itu, rupanya dapat juga mencerminkan arah pantulnya. Dari dalam Air, bernaung sebuah Istana yang megah. Naomi terbelalak. Bayangan dari dalam air sungguh berbeda dengan kenyataan yang dilhatnya ketika baru tiba.
Naomi terdiam. Perlahan Ia menoleh kebelakang. Sementara itu pikiranya sudah melambung bersama imajinasinya. Ketika menoleh kebelakang, tak ada perubahan sedikit pun. Bahkan burung-burung pun masih sama berkicau dan tak berpindah tempat.
Naomi dibuat pusing dengan semua ini. Ia kembali melihat air sungai. Naungan sebuah istana masih tergambar jelas pada desiran air sungai. Naomi kembali terbelalak melihat megahnya sebuah istana.
Tegang dan bingung bercampur dalam benaknya. Keringatnya terkucur mengingat kejanggalan yang terjadi disekitarnya. Dengan perasaan tegang, Ia mengulurkan lenganya ke derasnya air sungai yang mengalir. Jari lentiknya menyentuh air.
Tiba-tiba ...
“AAAAAA” jerit Naomi.
Tanganya tiba-tiba merasa melemas. Tak ada seluruh tenaga yang tersisa. Secara perlahan tangan Naomi meleleh. Lelehan tanganya bercampur memasuki pusaran-pusaran air. Meski demikian, naungan sebuah Istana megah masih tergambar jelas.
Lelehan itu menjalar melintasi tubuhnya. Naomi tak bisa melakukan sesuatu. Tak ada sebersit tenaga yang melintasi tubuhnya. Kalau saja ada sebuah tenaga, Ia akan segera berlari. Menjauh dalam pusaran-pusaran air itu. Namun, ini semua tak mungkin. Kini seluruh tubuhnya sudah meleleh memasuki pusaran air.
Buzz ....Naomi tergeletak ditepi sungai. Ya memang, Ia tergeletak disebuah sungai. Sungai? Mungkin kau pikir Naomi tak berpindah tempat, karena Ia kembali berada di sungai, bukan? Bagi kau yang berpikir seperti ini tentu fatal! Jawaban yang kau berikan salah ... karena Sungai yang ditempati Naomi bukanlah sungai yang seperti semula Ia berpijak.
Sungai yang ditempatinya, kini jauh lebih bagus dari sebelumnya. Disungai itu terdapat banyak bunga teratai. Bunga teratai itu tersebar tak tentu arah. Diam keberadaanya membangkitkan suasana tentram.
Disetiap sisi nya terdapat beribu bunga tulip yang bermekar indah. Selain itu, ada bunga dandelion dan banyaak lagi! Bunga itu berwarna-warni indah. Beberapa serangga nakal menghisap sari-sari dari bunga itu.
Naomi tergeletak dengan tangan masih memegang buah Apel yang sebagian sudah dimakanya. Beberapa burung menghampirinya. Layaknya, Naomi sebagai pemberi makan kepada Burung. Sesegera mungkin, kawanan burung itu mematuki Apel yang berada ditangan Naomi. Burung-burung itu layaknya hidup, berbaris dengan teratur mengelilingi Apel yang malang.
Dalam lelapnya, Naomi merasa ada yang aneh. Tanganya seperti dicocoki oleh burung. Ia merasa geli dan sontak terbangun mengejutkan kawanan burung itu. Buah Apel itu belum habis seutuhnya. Naomi terbangun dengan nafas yang terdesah-desah.
“Hei ... dimana aku?” tanya Naomi terbelalak dengan suasana yang sedikit berbeda.
Ia menoleh ke arah sungai. Sebuah sungai tak bertepi itu agaknya berbeda dengan yang Ia lihat tadi. Kemudian Ia menoleh kembali. Betapa terkejutnya Naomi ketika yang dilihat ialah sebuah Istana megah.
Naomi membuka matanya lebar-lebar.“Sebuah istana?” pikirnya sejenak. tiba-tiba ia terpikirkan mengenai sebuah Istana yang dilihatnya pada suatu bayangan di sungai. Teringat adanya sungai yang baru saja dilihat, Ia langsung menuju Sungai. Sialnya, Ia tak menemukan sebuah sungai.
“Aah! Bagaimana caraku kembali ... Aku rindu pada ibuu !!” pekiknya. “Oh iya, sebelumnya aku tiba disini bukankah aku menyentuh air sungai?” pikir Naomi lagi.
Langsung saja, Naomi mengulurkan tanganya agar menyentuh Air sungai. Sebenarnya, Ia sedikit canggung. Namun apa yang harus dilakukanya? Mungkin ini salah satu cara agar Ia dapat kembali?
Rupanya, yang dilakukan Naomi hanya hal konyol. Tak ada perubahan ketika ia menyentuh air. Air hanya berombak kecil menyahuti sentuhan Naomi.
Naomi terdiam sejenak. “Mengapa tubuhku tak meleleh lagi?” pikirnya konyol. Lama sudah jari-jari Naomi menyentuh Air. Namun tak ada perubahan. “Ah! Yang kulakukan hanyalah hal konyol!” kata Naomi kesal.
Separuh asa nya, Ia pun melangkah menjauhi sungai itu. Kini Naomi bingung akan pergi kemana. Tak tentu arah, karena disini pun Ia tak tahu jalan. Bahkan, ia tak tahu kini ada dimana.
Ketika Naomi sedang melamun dengan langkah yang gontai, tiba-tiba seseorang menabraknya.Brak! Naomi yang tak siap dengan tabrakan itu seolah terpanting dan terjatuh.
“Argh! Ada apa ini?” seru Naomi geram.
Naomi mendapati seorang dengan pakaian yang aneh berlari terbirit-birit. Ya, Naomi sudah tahu, orang itulah yang menabraknya tadi. Naomi menjadi amat kesal. Ia berdiri dan langsung berlari mengejar Orang yang menabraknya tadi.
Kemampuan Naomi berlari sudah tidak diragukan lagi. Rupanya, dari belakang pun banyak sekali yang sedang mengejar Seorang yang baru saja menabrak Naomi. Dan ...
Hap!
Naomi menangkap Orang yang telah menabraknya itu. tanpa bersalah, Naomi langsung memukulinya. Naomi sangat kesal dengan Orang itu.
Buk .. Buk .. Buk ..
Seorang yang menabraknya ialah seorang wanita tua bertubuh kecil kerempeng. Wanita itu mengenakan pakaian yang amat tertutup ditambah jubah yang berwarna hitam. Sehingga Naomi pun tak dapat melihat wajahnya. Tak ingin identitasnya tersamarkan, Lelaki itu pun langsung berlari terbirit-birit.
“Huh! Sialan!” umpat Naomi geram. Naomi menghela nafas sejenak. Tiba-tiba ia terbelalak ketika ada sesuatu yang menggelinding mengerpa kakinya. Naomi terenyuh. Perlahan pandangan matanya turun, dan ia mendapati sebuah karung berserat.
Karena penasaran, ia segera mengambil Karung berserat itu. ukuranya cukup kecil. Sejenak, Naomi memandangi karung berserat itu. Ringan. Kemudian ia menguntai talinya agar karung itu terbuka.
Setelah terbuka, Ia melihat isinya. Seberkas cahaya bersinar keluar dari dalam karung. Samar-samar, Naomi melihat beberapa tangkai bunga yang amaat Indah!Tangan Naomi mengulur kedalamnya. Ia mengambil satu bunga dari karung.
Bunga yang amat indah. Naomi tertegun sekali melihat bunga tersebut. Bunga itu berwarna emas. Naomi mendekatkan bunga itu lagi dan lagi. Mulutnya menganga kagum.
“Bunga apa ini?” ucap Naomi.
Bunga nya berbentuk runcing dan lumayan besar. Dibagian tengahnya terdapat mahkota yang berwarna indah.
Bunga tersebut untuk kesekian kalinya bersinar. Yeah, That Flower is Shining. Sinarnya berterbangan mengembang diudara. Perlahan, bunga itu menjadi serbuk-serbuk emas. Serbuk emas itu terhampar sebagian ditangan Naomi dan mulai berterbangan.
Sring .. Sring .. Sring ..Serbuk emas itu berkelinang menyelimuti hawa ditubuh Naomi. Naomi tersenyum dan sedikit terkejut. Tanganya mengembang mencoba menyentuh serbuk-serbuk itu. Lembut layaknya gula-gula pasir pada olesan cake.
Tiba-tiba, Serbuk-serbuk emas itu semakin menggunduk menyelimuti tubuh Naomi. Tubuh Naomi pun melayang-layang secara perlahan. Naomi terkejut. Ia ingin kembali seperti semula, tetapi tidak bisa. Seluruh tenaga nya sepertinya sudah terhisap oleh kekuatan dari serbuk-serbuk itu.
Tiba-tiba serbuk itu menghilang seketika. Tetapi, tubuh Naomi menjadi bersinar. Kali ini, Naomi menjadi berubah 180o dari sebelumnya. Ia mengenakan sebuah pakaian yang anggun. Pakaian itu terbuat dari untaian bunga-bunga kamboja dan beberapa percampuran bunga lainya yang indah.
Wajah Naomi pun menjadi bersinar bersih. Rambutnya yang semula terkepang, kini menjadi terurai indah. Dikepalanya, terdapat sebuah mahkota yang berbentuk bunga emas.
Bruuk!!
Tiba-tiba saja, Naomi terjatuh. Ia pingsan secara tiba-tiba. Tubuhnya yang semula tak bertenaga, kini perlahan memulih.
Mata Naomi masih saja terpejam. Kali ini, Naomi sudah tidak berada disemak-semak yang semula ia terjatuh. Melainkan, berada diantara kerubungan para putri yang cantik.
Sementara itu, putri-putri itu tengah resah memikirkan nasib Ratu Naomi—sebutan dari mereka para putri-putri cilik. Ya, Naomi memang menjadi seorang Ratu dikerajaan Flowerist Castle. Seorang ratu dikerajaan Flowerist Castle ditandai dengan adanya mahkota golden flower.Tak lama dari itu, mata Naomi perlahan terbuka. Samar-samar ia melihat sekumpulan putri-putri anggun yang berada dihadapanya. Perlahan matanya terbuka besar. Dan betapa terkejut nya dia, ketika melihat para putri-putri yang indah tersenyum berada dihadapanya.
Naomi terbangun kemudian duduk. Ia mencoba tidak membuat putri-putrinya itu memiliki pikiran lain. Tidak hanya itu, ia juga terkejut ketika melihat penampilanya yang berubah drastis! Kulitnya menjadi putih merona dan menggunakan gaun bunga yang indah.
“Dimana aku?!” pekik Naomi yang sudah tak tahan dirindung seribu pertanyaan.
“Ratu ... sekarang inilah kerajaanmu!” celetuk seorang Putri yang mengenakan gaun berwarna Hijau.
Naomi tertegun. “Ratu?” gumamnya.
“Benar sekali Ratu, kali ini, Ratu sudah menjadi ratu diistana kami—flowerist castle.” Jelas si putri bergaun merah diiringi anggukan dari beberapa putri lainya.
“Bagaimana bisa?” tanya Naomi terbelalak.
“Entahlah .. yang jelas, kau adalah ratu yang baru di istana ini. Karena ratu menggunakan sebuah mahkota..” jawab salah seorang putri dengan ramah.
Naomi terdiam. Mencoba menerima semua ini. Nalurinya kian keras mengolah semua Magic yang terjadi. Naomi termenung diantara kerumunan putri-putri yang tersenyum riang. Ia mendekap sebuah bantal berbentuk bunga. Seketika senyumnya hilang.
Putri-putri yang berada disebelah Naomi menjadi kebingungan. Mereka heran mengapa Naomi—ratu bunga yang baru menjadi sedih.
“Ratu .. mengapa ratu sedih?” tanya Putri Cesy, si Putri Biru.
“Tidak .. aku hanya rindu pada rumahku di bumi ..” ucap Naomi mengangkat wajahnya dan tersenyum menutupi kesedihan hatinya.
“Ta ... tapi, Ratu harus tetap disini .. bagaimana nasibnya bila tidak ada ratu? Istana bunga ini, pasti akan hancur ..” jelas Putri Cesy lagi. Untuk kali ini perkataanya terlontar dengan gugup.
“Mungkin aku akan mencari penggantiku sebagai Ratu untuk beberapa hari kedepan..” kata Naomi lagi.
Putri-putri cilik itu tersenyum dengan polos. Mereka sudah senang mendapat jawaban yang sama dari Naomi.
Untuk sementara waktu ini, Naomi hanya tinggal di Istana barunya. Iya belum bisa mencarikan pengganti baru untuk menjadi seorang Ratu di Flowerist Castle. Naomi menjalani hari-harinya dengan menyenangkan di Istana nya, kini.
Naomi sudah bisa beradaptasi dan berkomunikasi dengan rakyat-rakyatnya. Ia senang dengan tanggapan antusias atas kehadiranya dari rakyat di istana nya. Kendaraan di Flowerist Castlemenggunakan sebuah daun yang dijadikan seperti jet sky. Namanya Green Sky.
Rupanya, Ia tinggal pada sebuah Istana yang ia lihat sewaktu belum ada perubahan. Naomi hidup makmur dengan para putri ciliknya yang patuh dan baik padanya. Namun disisi lain, Naomi heran apakah ini mimpi atau bukan. Sudah berkali-kali ia mencubit pipinya yang menggemaskan. Namun itu sia-sia. Terasa sakit, karena itu semua sungguh terjadi!
Suatu hari, Naomi antusias mengumpulkan rakyat di flowerist castle. Tak seperti biasanya, Naomi tampak bahagia untuk kali ini. Penampilanya sudah begitu anggun. Semua rakyat-rakyatnya benar-benar bingung ketika mendapati kabar bahwa diharuskan berkumpul didepan singgasana sang Ratu.
“Ada apa ya?” pikir mereka yang sudah sangat heran akan pengumpulan yang dilakukan secara mendadak.
Naomi sudah mengumumkan sebelumnya, untuk berpenampilan anggun ketika akan berkumpul dihadapanya. Dan benar juga, berbagai jenis bunga menghiasi pakaian yang dikenakan mereka. Ada yang berwarna layaknya pelangi. Ada yang berwarna hijau semua. Ada pula yang berwarna putih suci.
Semuanya sudah kebingungan dan penuh tanya. Akhirnya, Ratu Naomi pun berdiri dan menggugah rakyatnya.
“Baiklah .. kurasa kalian semua sudah kebingungan akan maksudku mengumpulkan kalian semua disini ..” ujar Ratu Naomi memulai. Semuanya sudah siap menanti kelanjutan omongan Ratu Naomi.
“Akan ku umumkan langsung pada titik perbincangan saja. Aku disini sudah menemukan pengganti bagi kalian yang akan menggantikanku sebagai Ratu di Istana ini ..” kata Ratu Naomi membuat semua rakyatnya langsung merapikan pakaian mereka.
“Aku memang sudah harus meninggalkan istana ini. Meskipun begitu, aku akan percayakan kepada penggantiku yang baru. Kuharap, setelah aku tak disini lagi, kalian masih tetap mengenangku.” Ucap Naomi dengan perasaan sedikit sedih.
“Dan, yang Menjadi Ratu, adalah ......”
Suasana hening. Berdebar merajut detakan jantung mereka. semuanya berbondong-bondong bersaing untuk mendapatkan gelar sang ratu. Tak hentinya, untaian doa pun dipanjatkan oleh mereka—yang menginginkan menjadi seorang Ratu.
“Shany Alicia Keith!” seru Ratu Naomi menggelegar.
Shany, si Putri bergaun putih suci terkejut ketika mendapati namanya tersebut oleh sang Ratu. Ia sungguh tak menyangka, seorang Shany dengan penampilan sederhana menjadi seorang Ratu di Istana itu.
Air mata haru pun meleleh seiring tepuk tangan yang meriah teriring dari teman-temanya. Shany berdiri kemudian melangkah menuju singgasana sang Ratu. Ya, Shany adalah seorang Putri yang berusia hampir remaja. Ia berwatak baik, pekerja keras dan suka menolong. Tak heran, bila sang Ratu Naomi memilihnya sebagai penggantinya.
Sebuah bunga emas pun diberikan kepada Shany. Dan seperti yang dialami oleh Naomi, Ia pun menjadi bersinar dan seketika berpenampilan anggun. Ya, kini Shany adalah seorang Ratu di Istana Bunga. Ia tersenyum senang.
Sebuah sinar mencuat dari tubuh naomi yang sudah tak bergaun indah. Ia tersenyum seraya melambaikan tanganya kepada rakyat-rakyatnya. Perlahan sinar itu menyelimuti tubuh Naomi hingga tak kemudian ia tak tampak lagi bersama seberkas sinar itu. []
=================
Udah baca kan?? Minta Komentarnya ya! ^.^
Minggu, 24 Juni 2012
Fakta Penulis
Yo ... sebagai seorang jambaners ... #emaap
maksudnya, sebagai seorang yang cinta menulis pastinya dong punya beberapa fakta yang unik. tapi, disini gue mau ngepost tentang fakta Penulis yang diambil menurut gue. so, pastinya gak sama 100% seperti penulis lainya..
ini dia :
Paling Suka kalau :
Paling Gak Suka Kalau :
Nah, segitu mungkin dari billy. oke, see you ...
maksudnya, sebagai seorang yang cinta menulis pastinya dong punya beberapa fakta yang unik. tapi, disini gue mau ngepost tentang fakta Penulis yang diambil menurut gue. so, pastinya gak sama 100% seperti penulis lainya..
ini dia :
Paling Suka kalau :
- Naskah Diterima
- Cover udah nongol
- Royalti keluar
- Eksemplar buku datang kerumah
- Buku Karya kita di review
- Di Launching
- Karya Kita dipuji temen-temen
- Ada Fans yang nanya, 'kapan bukunya keluar lagi?'
Paling Gak Suka Kalau :
- Naskah Ditolak (pasti mood langsung turun)
- Prosesnya lamaaaaa
- Buku nggak laris ditoko buku
- Cover bukunya biasa aja (nggak special)
- Jadwal terbit ngareet!
Nah, segitu mungkin dari billy. oke, see you ...
Sabtu, 26 Mei 2012
Resensi 'The Power Of crystal'
Yuhu ..
I'm Back!
Oya, teman-teman, ada yang sudah membuka website/blog nya Penerbit Edelweiss?
kalo belum buka deh .. ini : http://penerbitedelweiss.wordpress.com
didalamnya banyak resensi buku Edelweiss Kids loh! ada juga Resensi buku The Power of Crystal'
ini dia :
kalo mau tau lebih jauh, nggak perlu repot-repot.
klik disini .
Selamat membaca, dan jangan lupa beli bukunya!! ^_^
I'm Back!
Oya, teman-teman, ada yang sudah membuka website/blog nya Penerbit Edelweiss?
kalo belum buka deh .. ini : http://penerbitedelweiss.wordpress.com
didalamnya banyak resensi buku Edelweiss Kids loh! ada juga Resensi buku The Power of Crystal'
ini dia :
kalo mau tau lebih jauh, nggak perlu repot-repot.
klik disini .
Selamat membaca, dan jangan lupa beli bukunya!! ^_^
Minggu, 22 April 2012
Temanku Yang Menyebalkan
Punya teman yang 'Menyebalkan'? Hm ... sebel nggak sih? Tentunya dong! Well, dibuku ini kesepuluh penulis Cilik (termasuk diriku) mencurahkan kisah mereka dengan teman yang menyebalkan!
Buku ini adalah buku antologi pertamaku. dalam daftar karanganku, ini menjadi buku ke-6. Edisi Khusus ini diterbitkan di Penerbit 'Noura Books' dalam Serial PCPK.
Penulisnya :
- Alif
- Billy
- Ella
- Khonsa
- Nurul
- Qonita
- Rana
- Salma
- Thifal
- Tiwi
Nah, berhubung buku ini sudah tersedia di toko buku seluruh indonesia, cepet deh beli buku ini! Kalo enggak nyesel deh, dijamin! :D
Proses Kreatif "Bubble World"
Kisah fantasi ini, aku karang terinspirasi dari sebuah 'Cerpen' yang semula dikirim ke PCPK. Kumpulan cerpenku memang ditolak saat dikabari melalui telfon. ketika itu, kak Hadi berpesan kepadaku agar aku membuat novel yang diangkat dari Cerpenku : The World of Bubble.
dengan perasaan masih rancau karena saat itu ditolak, aku mulai memikirkan alur untuk Novel ini nantinya. Kak Hadi menyarankan ku untuk membaca buku PCPK bertema Fantasy lainya, agar aku bisa mendapat Ide. dan parahnya, beliau memberiku Deadline selama 2 Minggu!Hm ... esok harinya, aku mulai menulis dengan ide seadanya. tetapi beruntunglah, karena ide mengalir begitu deras. sampai-sampai, satu hari aku bisa menulis 7-10 halaman. yuhuu!
Judul awal pada novel ini adalah "Magic Bubble" aku memberi judul itu karena aku kebingungan dengan judul yang sulit-sulit. namun setelah berdiskusi dengan Kak hadi, judul yang disetujui adalah 'Bubble World'.
Setelah novel selesai, aku mengirimkanya ke kak Hadi. dan setelah satu minggu mendapat kabar diterima!
Ah ... senangnya ..!
lanjut hari, aku tidak luput untuk menanyakan proses naskah.
editing-oke!
desain isi-oke!
tetapi ..
Ilustrasi nya ?
beuh! ini yang membuat proses naskahnya lama.
tadinya naskah ini dijanjikan untuk terbit bulan des-jan. tetapi akhirnya februari. saking ngaretnya, cover ini terbit bulan april!
Ya, bergelut di dunia menulis memang membutuhkan kesabaran! ^_^
Sabtu, 21 April 2012
Bubble World
Yuhhuu!! Alhamdulilah sekayeehh ... ^__^
YA, ini adalah novel karanganku yang ke-6. berbeda dengan lainya, novel bertema fantasy ini diterbitkan dalam serial Penulis Cilik Punya Karya dibawah naungan kak Noor H. dee.
Buku ini sedang berancang-ancang untuk diterbangkan dengan gelembung untuk sampai di toko buku kesayangan kalian loh! Wah asyiikk kan?
Nah, untuk nunggu, kalian baca deh sinopsisnya :
Bagaimana, ya, rasanya terbang naik gelembung? pasti asyik dong. Dan itu dialami Van dan Velly di negeri Bubble World yang indah. tapi hati-hati, karena ternyata Bubble world juga menyimpan bahaya besar! ada penjahat yang benci sekali pada gelembung.
Wah kenapa ya? Siapa, sih, penjahat yang ingin memecahkan gelembung itu? Bagaimana nasib Van dan Velly?
Sstt ... jawabanya ada dibuku keren ini, lho! petualanganya pun, asyik, seru, dan amazing! baca yuk![]
Well , tunggu tanggal mainya ya! bersiaplah berterbangan dengan gelembung-gelembung yang asyik dari buku ini!
Jumat, 20 April 2012
Teacher Is the Best!
oleh : Billy Briliant
“Siapa Idolaku?”
“Idolaku siapa?”
Hai
kawan! Pasti kalian memiliki idola, bukan?! Nah, dari sekian banyaknya orang yang
di idolakan, apa yang kalian contoh dari dia? Yap! Tentunya kita harus
mencontoh hal positive darinya. Misalnya, dia ialah seorang yang pekerja keras,
ada baiknya bila kita meneladani sikapnya yang kerja keras itu.
Sempat
aku terlarut dalam pikiranku, siapakah seorang yang aku idolakan ? Mungkin
butuh waktu panjang bagiku, untuk merenungkan hal konyol ini. Ya, mungkin mudah
halnya bagi kalian, dapat secepatnya menentukan pilihan idola, untuk para Artis
atau para Band yang kini naik daun.
Teman-teman
semua pasti memiliki suatu idola, bukan ? Entah itu seorang Selebritis,
Penyanyi, Presiden, Boyband, GirlBand, hingga pahlawan!
*****
Teringat
dikala aku dini. Aku begitu mengagumi sosok dalam sinetron Saras 008. Ya, dia. Gadis pahlawan pembela kebenaran, yang saat itu
tengah hangat untuk dijadikan tontonan keluarga. Mungkin tak banyak dari kalian
yang mengerti akan film ini. Namun, aku sangat mengidolakanya.
Aku
mengidolakanya, karena sifatnya yang menurutku patut ditiru. Ia selalu membantu
orang yang lemah, dan membela kebenarnan.
Terkadang
aku kerap tertawa terpingkal-pingkal bila mengingat masa kecilku. Aku selalu
setia menunggu acara kesayanganku tayang. Aku pun tak jarang kesal jika saat
itu, saat asik menonton acara Saras, namun aku diganggu oleh kerabat dekatku.
Entah apa alasanya.
Saat
kecil, aku seringkali memperhatikan gerakan-gerakan Saras, disaat ia hendak berubah. Tak hanya itu, disaat berkelahi
dan membela kebenaran pun aku tak pernah pindah tempat dari tempat sebelumnya
saat menonton. Jika sudah hafal, aku selalu mempraktekanya setiap saat. Entah
itu saat adegan berubah, hingga sewaktu Saras
berperang.
Hingga
saat itu, aku sempat merajuk kepada mamah. Merajuk agar aku dibelikan sepasang
pakaian Saras disaat ia telah berubah. Hingga akhirnya, sepasang pakaian itu
pun telah dibelikan. Betapa riangnya hatiku saat itu. Tanpa pikir panjang aku
lekas mengenakanya. Lalu, bergaya bak Saras 008, yang siap menindas kejahatan.
*****
Seiring
berjalanya waktu, aku kini telah menyadari. siapa yang semestinya aku idolakan.
Mengidolakan seseorang tidak semudah yang kalian maksud.
Aku sebenarnya tidak menyadari, siapa yang
semestinya aku idolakan. Namun rupanya orang yang berada disamingku-lah, yang
sangat aku hormati, sekaligus aku idolakan. Jasa nya yang tak terkira,
mengalahkan seorang penyanyi bahkan Artis sekalipun.
Sobat,
kau tahu siapa sosok itu ? Ya! Aku mengidolakan seorang guru. Hm .. memang, aku
tidak bercita-cita menjadi seorang guru. Namun, aku pikir tak salah jika aku
mengidolakan dirinya. Aku kini berfikir keras, akan jasa-jasanya.
Ia
sungguh berjasa. Memiliki jasa yang tiada tara. Rela berkorban untuku, hingga
kini aku dapat membaca, menulis, dan berhitung. Ingatkah kalian, semua ini
berkat siapa ? Ya, tentu berkat bapak/ibu guru yang tak memandang kita, kaya
dan miskin.
Berbeda
dengan para para Selebritis kini. Mereka tidak menghiraukan para Fans-nya. Bahkan
mereka hanya menganggap para rakyat jalata sebagai sampah-sampah, seakan
mengotori mereka dikala hendak pentas dipanggung. Mengenaskan!
Mungkin sebagian dari kalian
menganggap seorang guru ialah sosok yang ‘menyebalkan’. Namun rupanya tidak.
Seorang guru tidaklah menyebalkan, bilamana kita menyukai pelajaran tersebut.
Sobat, aku memiliki satu kisah. Ya,
menurutku kisah ini begitu berkesan dihatiku. Meskipun hanya mengenang di
imajinasiku saja. Simak, ya!
*****
Kala
itu sang mentari bersinar menerangi bumi. Tepat di Sekolah dasar Bina Bangsa,
terdapat ketiga kawanan yang tengah berdiri. Rupanya mereka membuat ulah,
akibatnya suatu hukuman mendarat bagi mereka.
Nama
ketiganya merupakan Kelir, Wisnu, serta Rifqi.Ya, mereka memiliki hoby yang
serupa. Yaitu membuat ulah dikelas. Selain itu, mereka pun begitu benci pada
pak Giri. Guru matematika dikelasnya. Tak jarang dari mereka, mendapatkan
teguran dari berbagai guru manapun. Meski demikian, semangatnya untuk berbuat
jahil tak pernah surut.
Yeah!
Kini ketiganya telah diperbolehkan untuk kembali ke tempat duduk mereka. Yup!
Tentu saja, mereka telah tuntas menjalankan hukuman dari Pak Guru. Sebenarnya
hukuman itu tidak terlalu berat untuk dijalankan. Kalian tahu, apa hukuman itu
? Ya! Sekedar berdiri didepan kelas.
Langkah
kaki mereka semakin lambat. Perlangkah begitu banyak tawa serta sorotan mata
kawan-kawan seakan meneror mereka. Perlahan dengusan kecil pun terlontar dari
mulut mereka. Ya, mungkin ini hari terburuk bagi mereka meskipun selalu buruk.
Setelah
duduk mereka, segera berdiskusi. Entah apa yang mereka diskusikan. Mungkin
mereka sekedar berbincang ringan megenai hal yang baru saja terjadi. Atau,
entahlah..
“Argh!
Aku sungguh benci dan kesal pada pak Giri! Huh! Dasar guru yang culun dan
norak!” dengus Wisnu dengan nada lirih namun sebal.
“Sst
.. bagaimana kalau kita membuat pelajaran pada Pak giri! Guru yang culun itu!
Huh,” celetuk Klir.
“Setuju!”
sahut Wisnu dan Rifqi dengan kompak.
“Bagaimana
kalau kita kempiskan ban sepeda jadul, milik pak Giri ?” usul Rifqi.
“Cemerlang!”
Sepulang
sekolah, mereka bertiga tidak langsung pulang sekolah. Seperti janjinya tadi,
mereka akan mengempiskan sepeda milik pak Giri. Tanpa pikir panjang, langkah
mereka segera tertuju pada tempat parkir sepeda.
Kesempatan
berharga bagi mereka, karena ditempat parkir sangatlah sepi. Dengan sigap
mereka segera melakukan hal yang sepantasnya ditiru. Wisnu langsung
mengeluarkan paku payung miliknya. Sementara itu, Kelir dan Rifqi bersiap
menjaga situasi disekitarnya.
Pcuss……
Ban
sepeda milik pak giri telah berhasil dikempiskan. Perlahan ukuran ban sepeda
itu menciut dan semakin kecil. Setelah itu, mereka lekas berlari menyingkir
dari letak sepeda itu. Mereka sungguh senang, atas hal yang diperbuat mereka.
Mereka tak memandang siapa yang dijahilinya.
Sepanjang jalan, mereka melangkah ditemani
dengan senda guau yang konyol. Fikiran mereka terus terpana dibetapa malunya
Pak Giri saat akan pulang nanti. Tanpa disadari, saat mereka akan melintas
dijalan raya, mereka tetap saja berlelucon. Tanpa disadari, pak Giri yang sudah
berada dibelakangnya langsung menjatuhkan sepedanya.
Dengan
sigap, pak Giri lekas berlari. lalu ia langsung mendorong tubuh mereka
ber-empat agar terdorong kepinggir. Karena tanpa mereka sadari, dari belakang
terdapat sebuah mobil yang melaju kencang.
BRAKK! Setelah
tersingkirnya ketiga kawanan itu, terdengar suara yang mengejutkan semua orang.
Ya! Pak Giri tertabrak…. tubuhnya terlentang ditengah jalan raya. Sejenak
mobil-mobil kerumunan itu berhenti. Seluruh warga lekas membawa Pak giri
kepinggir agar diamankan.
Didapatinya
seluruh muka Pak Giri yang tampak Pucat serta berlumuran darah. Ketiga bocah
nakal itu, langsung menghampirinya. Ia sedih dan matanya tak dapat untuk
kompromi. Setitik air mata, menetes darinya.
Sebagai
warga Indonesia yang bertanggung jawab, hendaknya mobil itu membawa pak Giri
kerumah sakit. Beruntung karena rumah sakit itu, tak terlalu jauh. Wisnu, Rifqi
dan Kelir mengikuti mobil itu, didalamnya. Mereka akan menjaga Pak Giri.
Setibanya
dirumah sakit, Pak Giri lekas diberi perawatan yang intensif. Entah, luka
bagian apa yang dideritanya. Semoga saja tak terlalu parah, luka yang diderita
beliau.
Sementara
Pak Giri mendapatkan perawatan, Ketiga muridnya itu menunggu diluar. Mereka
merenungkan hal itu. Ternyata Pak Giri-lah orang yang sangat berjasa baginya.
Entah apa yang dapat ia ganti, akan jasanya itu.
Mereka
menyesal! Sangat amat menyesal!
Tak
lama, Pak Giri telah siuman. Ketiga nya langsung berlari menghampiri pahlawan
itu. Didapatinya tubuh Pak giri yang lemas. Ia terlentang di sebuah ranjang.
Mukanya terpasang berbagai selang.
Mereka
menangis, menahan haru. Tanpa berlama-lama mereka langsung meminta maaf kepada
Pak Giri. Sementara itu, Pak Giri hanya membalas dengan senyuman.
Senyuman
Menerima Maaf!
Sejak
saat itu, mereka semakin giat belajar. Mereka tak lagi berbuat ulah. Hal itu,
menjadi pelajaran yang amat berharga bagi mereka. Mereka menjadi mengetahui
arti seorang guru. Mereka kini begitu menghargai sosok seorang guru.
*****
Ya!
Aku pikir, tiada yang berharga jasanya, selain seorang guru. Guru ialah seorang
pahlawan tanpa tanda jasa. Dirinya rela berbuat apapun demi muridnya. Kesabaran
setiap orang yang paling dahsyat ialah milik seorang guru.
Kalian
tahu tidak? Tanpa disadari, seorang yang sudah memiliki “Pangkat” tertinggi pun
berhutang jasa pada seorang guru. Siapa sih, yang tidak berjasa pada guru?
Pasti tidak ada, bukan?! Penyanyi, Artis, Barack Obama, Para Boyband, Penulis,
hingga seorang Dokter pun tak dapat berdiri kokoh tanpa seorang Guru.
Presiden
pun, dapat berdiri kokoh seperti ini berkat siapa?! Ya! Berkat seorang guru!
Tanpanya, ia tak dapat menjadi demikian. Bila ia tak mengabdi kepada seorang
guru, ia tak dapat membaca, menulis, serta berhitung.
Meski
pengorbananya begitu tinggi, seorang guru tak pernah mengeluh akan cobaan yang
diterimanya. Ia bahkan bangga, bila dapat melihat seorang muridnya yang tumbuh
berkembang hingga kini menjadi seorang yang dapat memajukan dunia.
Namun,
sosok guru tidak pernah mengharapkan sebuah imbalan. Bahkan, meski dirinya
sudah berjasa untuk siapa saja, ia tak memiliki tanda jasa! Karena guru ialah, Pahlawan
Tanpa Tanda Jasa.
Kini
aku sadari, bila seorang guru ialah sosok yang amat luar biasa bagiku. Aku tak
dapat menulis, membaca, serta berhitung bila tanpanya. Yeah! Now, I know. Teacher is The Best!
*****
Jumat, 23 Desember 2011
BUKU Karanganku siap terbit
Cihuy....
kemarin dapet kejutan dari kak santi.
dia ngepost dua coverku, di Grup Edelweiss Kids . Aku langsung ga sabar, waktu liat sinopsisnya.
awalnya, dia post yang Me and Bangka Island. eh, taunya dua-duanya, sama The Rainbow Stars.
Aku kageeettt banget! aku kira, buku itu terbitnya bulan maret.
eh, taunya bulan JANUARI.
ini diaa : Me And Bangka Island
dan Ini : The Rainbow Stars
nah,, ini terbitnya sektiar akhir januari.kalo udah terbit, jangan lupa beli ya!
Jumat, 04 November 2011
The Power of Crystal -
Dear pembaca blog ini,
buku pertama gw, The Power of Crystal segera beredar ditoko buku sebentar lagi!
Nah .. jadi jangan lupa, mampir ketoko buku. ketempat buku anak, trus bayar deh! ;)
setelah sampai dirumah, kalian baca deh buku ini!
Dijamin seru ...! hehehe Promosi! boleh dong ? :p
Sinopsis :
------------------------------
Berawal dari sebuah telepon kuno yang usang dan penuh dengan debu, tiga sahabat: Angel, Jacky, dan Kesha tersedot masuk ke dalam sebuah negeri kristal.
Di sana mereka dikejar semut raksasa, bertemu monster bermata satu, dan penyihir jahat Marellina. Sanggupkah mereka terbebas dari semut raksasa, monster bermata satu, penyihir jahat Marellina, dan kembali ke bumi? Apa kekuatan kristal yang ada di dalam tubuh tiga sahabat itu?
Yuk, kita temukan jawabannya di dalam buku ini. Jangan sampai ada pertanyaan yang tersisa ya…!
----------------------------------
Janganlupabeli-Janganlupabeli-Janganlupabeli-Janganlupabeli-Janganlupabeli-Janganlupabeli-Janganlupabeli-Janganlupabeli-Janganlupabeli-Janganlupabeli-Janganlupabeli-Janganlupabeli-Janganlupabeli-Janganlupabeli-Janganlupabeli-
Sabtu, 29 Oktober 2011
Naskah Diterimaa!!!
Woyyy ....!!! Pada kangen gw gak ?? #Hening..
Baiklah,, jangan keroyok aku, karena g pernah posting ya ... T.T
Nah,, aku mau kasih kabar bahagia aja nihh.. ^_^
Yayaya ... kalian ga perlu tanya-tanya .. apa kabar bahagianya ..
dan aku g perlu ngasih tau ke kalian ..
Lho ? kenapa ? Ya iya lahh ... dari judul juga udah dikasih tau ...hahaha ..
Oke, lanjutt...
****
Saat itu, tanggal 24 Oktober .. hari Senin. waktu itu, aku lg pergi ke Purwokerto. akibatnya, aku mengharuskan untuk membuat surat izin. Tujuan utama dari kepergianku ini adalah untuk Priksa mata.
Singkat cerita, aku sdh dlam prjalanan pulang. kepulangan ini ditemani bersama sekeping buku Surat Kecil Untuk Tuhan.
Hingga disuatu jalan, mamah berhenti. ia berkata, akan mengunjungi teman lamanya itu. Yeah, mau tak mau akupun harus ikut.
Setelah mencari-cari alamatnya, beruntung karena alamat itu tidak palsu. sehingga tidak berkumandang lagu alamat Palsu. Ayee..
Setelah sampai dilokasi. Mamah cipika-cipiki kepada temen (cewe) lamanya itu.
nah, disitu sempet lama, ngobrol. Nah, disitu aku baru inget, kalo pemberitahuan naskahnya akan ditelpon skrg.
maka dari itu, aku konfirmasi ke kak Noor H. dee.
Tak lama dari itu, saat aku berada didalam mobil, Handphone pun berdering.
Dari Lingkar Pena Publishing House!
Dengan sigap, aku mengangkatnya.
Aku tahu, dialah kak Hadi.
LPPH : Asalamualaikum .. Billy, ya ?
Me : Iya, benar!
LPPH : Ngomong-ngomong tentang Naskah billy, yang Magic Bubble, nih .. Kami bersedia menerimanya ..
Me : ALhamdulilah .. Asikkkkk ... Terimakasih ya kak ..
LPPH : Sama-sama, kelengkapan naskahnya di facebook saja ya!
Me : Oke ...
Klik .. telpon sudah mati. hatiku riang tak terkira. langsung saja, aku menghampiri mamah, dan memberitahukan kabar bahagia ini. mamah tak kalah senang, dan mengucapkan "alhamdulilah".
Naskah ini berjudul Magic Bubble. Insyaalah akan diterbitkan tahun depan, dengan seri Penulis Cilik Punya Karya.
Sobat, kau tahu betapa bahagianya aku ? aku berhasil mengerjakan 'Novel Deadline' ini, pada waktu kurang lebih 1 minggu.
Yeah ... aku yakin, kini aku dapat lebih giat menulis! 
Naskah Again .
Ga usah, pake Hola-Helo-Leho-Ohel ah!
Norak, tauu .... :p
#loh, kok marah-marah sendiri ..
Nah, sekarang aku mau bercerita sedikit tentang Naskahku.
Alhamdulilah, yah .. sesuatu banget Naskahku sudah beberapa diterima di Penerbit.
Yaitu :
- The Power Of Crystal
- The Rainbow Stars
- Me and Bangka Island (judulnya sementara)
- Antologi, PCPK My Trouble Friend.
Ini, karya pertama ku. Terbit di Edelweiss dengan seri KCPK. Cerita ini, mengisahkan tentang ketiga sahabat yang berpetualang di Negeri Crystal. Mereka disana, melakukan petualangan yang tak kalah SERU nya. Nah, novel ini terbit sekitar bulan November (2011) kalau sudah terbit, beli ya .. :)
2. The Rainbow Stars
menceritakan tentang peri Jolly yang tersesat di dunia manusia. bersama kedua manusia lainya, ia menjalani petualangan untuk sampai ke Rainbow World.
Lainya ? Tunggu ya.. :p
Sabtu, 06 Agustus 2011
Bahagia .. (^o^)
Hai, Plendd...
Gimana kabarnya ? sehat ??
Puasanya udah ada, yang bolong atau belom ?? hehe ..
Lama banget, ya ? gw ga nge-post kekantor pos di Blog ini..
Haha ...
pertama buka, kaget bukan maenn .. :D :D
semula, baru 1 folowers..
sekarang udah 7. wahahahahah ..
Lumayan, lah .. wkakaka ...
Ya, akhir-akhir ini .. gw lagi males aja, buka Blog..
sekarang pun, aku ngepost karena liat blog, di Button Opera mini ..
Fufufufu ..
Oke, deh ..
To The Point aje, ye.. (^o^)
Sudah baca, post yang di bawah ??
itu, loh .. yang berjudul Alhamdullilah ......... !!
Yap, pasti Post ini, berhubungan dengan Naskah ku ..
Oh iya .. selain yang berjudul The ower of Crystal.
ceritaku, juga diterima dalam Antologi PCPK.
My Trouble Friend. yang menulis, 10 penulis cilik, termasuk aku! (^o^)
Untuk, The Power of Crystal ..
Sudah Keluar Covernya ...!! ^_^
Ini ....
Gimana kabarnya ? sehat ??
Puasanya udah ada, yang bolong atau belom ?? hehe ..
Lama banget, ya ? gw ga nge-post ke
Haha ...
pertama buka, kaget bukan maenn .. :D :D
semula, baru 1 folowers..
sekarang udah 7. wahahahahah ..
Lumayan, lah .. wkakaka ...
Ya, akhir-akhir ini .. gw lagi males aja, buka Blog..
sekarang pun, aku ngepost karena liat blog, di Button Opera mini ..
Fufufufu ..
Oke, deh ..
To The Point aje, ye.. (^o^)
Sudah baca, post yang di bawah ??
itu, loh .. yang berjudul Alhamdullilah ......... !!
Yap, pasti Post ini, berhubungan dengan Naskah ku ..
Oh iya .. selain yang berjudul The ower of Crystal.
ceritaku, juga diterima dalam Antologi PCPK.
My Trouble Friend. yang menulis, 10 penulis cilik, termasuk aku! (^o^)
Untuk, The Power of Crystal ..
Sudah Keluar Covernya ...!! ^_^
Ini ....
Jumat, 10 Juni 2011
Alhamdullilah ......... !!
Alhamdullilah ... ! Kata-kata indah tersebutlah. yang muncul dari dalam mulutku, pada saat melihat, Kabar tentang naskahku.
Mengapa ... ? pastinya, kalian semua sudah tau kan ??
Yuup ..!! Alhamdullilah, kaar naskah novel ku diterima. dan, akan, diterbitkan ..!! alhamdullilah :D
Senang dan Bahagia, semua campur aduk rasanya. Hehe .. #emangnya rujakk ..
Judulnya .. 'THE POWER OF CRYSTAL'
Dan, pas, aku baca .. Emailnya,
disitu, suruh ngirim :
1. halaman persembahan
2. ucapan terima kasih
3. endorsement
4. sinopsis
5. profil dan foto penulis
Hmm ... Ini, naskah spesial ku, loh ..!!
haha ... selain diterima ..
dikabarinya, juga hanya 2 HARI
Hollee ...
oya, aku suruh nyertain nomer 5 dan 4 . soalnya, aku dulu cuma kirim Naskahnya doangg.. Hehe ..
Mm ... sekian dulu yahh ..! kapan-kapan sambung lagi ..
Bye .. Bye .. Bye ..
Mengapa ... ? pastinya, kalian semua sudah tau kan ??
Yuup ..!! Alhamdullilah, kaar naskah novel ku diterima. dan, akan, diterbitkan ..!! alhamdullilah :D
Senang dan Bahagia, semua campur aduk rasanya. Hehe .. #emangnya rujakk ..
Judulnya .. 'THE POWER OF CRYSTAL'
Dan, pas, aku baca .. Emailnya,
disitu, suruh ngirim :
1. halaman persembahan
2. ucapan terima kasih
3. endorsement
4. sinopsis
5. profil dan foto penulis
Hmm ... Ini, naskah spesial ku, loh ..!!
haha ... selain diterima ..
dikabarinya, juga hanya 2 HARI
Hollee ...
oya, aku suruh nyertain nomer 5 dan 4 . soalnya, aku dulu cuma kirim Naskahnya doangg.. Hehe ..
Mm ... sekian dulu yahh ..! kapan-kapan sambung lagi ..
Bye .. Bye .. Bye ..
Langganan:
Postingan (Atom)









