Tampilkan postingan dengan label Karya Billy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Billy. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Juli 2014

Pbc : Master Ball

Bersama Indra Herlambang dan Buku Master Ball
Halo teman-teman ...^.^
lama nggak posting nhih...
sekarang aku mau posting buku terbaru billy yang berjudul ... MASTER BALL
buku yang ke 11 ini di terbitkan dalam serial Pink Berry Club (serial lanjut Kecil Kecil Punya Karya)
ngomong-ngomong tentang buku ini, aku menulisnya sudah lamaaa sekali. seingatku, aku menunggu buku ini diproses untuk terbit sekitar 2 tahun loh!
cukup lama memang, tapi akhirnya membuahkan hasil! yeah.. :)

Master Ball berkisah tentang seorang cowo remaja, Denis, yang nggak suka dan nggak bisa bermain SEPAK BOLA.
Haduh .. hari gini, cowo nggak bisa bermain sepak bola? haha!
Penampakan Master Ball
Di sekolah barunya, rupanya Dennis bertemu Bima yang selalu merendahkannya karena tidak bisa bermain sepak bola. oleh karena itu, Bima menantang Dennis untuk beradu lawan.
Konyolnya, Dennis justru menerima tantanga itu. Dennis terus berlatih. tapi, ketika Dennis sedang berjuang demi kompetitornya .. Bima mendapat musibah.
apa yang Dennis lakukan? membantunya dan turut simpati .. atau bahkan tertawa diatas penderitaan musuhnya?

Nah, buat kalian yang tertarik dengan buku ini kalian bisa membelinya di gramedia!cukup rogoh kocek 35 ribu rupiah kok. hehe ...
See you guys!

Rabu, 19 Juni 2013

Talkshow Menulis itu Asyik bersama Billy Briliant

Hai... kelanjutan dari post ku dibawah nih..
Baru aja aku nyampe rumah, langsung deh ngepost cerita kemariin.. hihih..

---
Hari senin, aku berangkat dari Jogjakarta menuju Magelang. Sebelum ke Magelang, aku menyempatkan diri untuk mengunjungi Candi Borobudur. aku sendiri menuju magelang bersama mamah.
Setelah memakan waktu beberapa saat, akhirnya sampai juga di Borobudur temple.
Di Candi Borobudur, aku dan mamah bersemangat menaiki candi itu. padahal suasana sangat padat dan HOT marakacodot alias panas dubilah.
beberapa tangga terus kudaki, meskipun keringatku terus mengalir, untuk sampai atas akan kugapai itu. setidaknya, aku bisa berfoto-foto disitu. Haha,,
 
 singkat saja, setelah dari Borobudur aku pun langsung menuju rencana utama ke Magelang. Meskipun mamah nggak tau sama sekali jalan menuju Magelang, tapi akhirnya sampai juga. setelah berjam-jam kami berada di mobil, untuk memanjakan mata, kami pun menuju salah satu Mall di Magelang. Armada Town Square atau Artos namanya. disitu, aku jalan-jalan sebentar. aku juga membeli Sepatu untuk persiapan sekolah nanti. Hehe...

Setelah dari Artos. aku dan mamah pun mulai mencari hotel yang telah disediakan Panitia. Waah.. senang sekali. hotel sudah disediakan panitia, pokoknya jos gandos deh..!!! 
Ets, tapi tunggu dulu ... karena disediakan, aku dan mamah yang nggak tahu jalan di magelang ini, musti muter-muter di Magelang. huaaa...
dan kami pun akhirnya membawa salah satu tukang parkir untuk memberi tahu lokasinya. Eh, tapi bukan aku yang minta sih, lebih tepatnya, tukang parkir itu yang pengin ikut. beruntung deh bisa ketemu hotelnya, meskipun harus bayar 60k buat si pengantar nya itu. Gubraak...

Nama Hotel itu Hotel Safari. setelah sampai di hotel itu, aku dan mamah segera istirahat. sebenarnya, di hotel itu sudah di pesankan dua kamar, untuk aku dan untuk kak Tiara Dar! Mizan, tetapi berhubung saat itu Kak Tiara masihdalam perjalanan, maka aku lah yang masuk hotel dulu.
Disitu aku mandi dan istirahat menunggu malam. Malamnya, aku dan mamah sudah ada janji untuk makan malam bersama Panitia.
jam 7 lebih, pintu kamarku di ketuk dan datanglah Bu Fivi, salah seorang Panitia. akhirnya, kami pun berangkat menuju Restaurant ternama di Magelang, tapi aku lupa apa namanya, oh Panjiwo.

ini rumah makanya, aku ambil dari google fotonya. hihi
disitu, sudah ada Bu Retno yang juga panitia. setelah ngobrol-ngobrol beberapa saat, datanglah Bu Murti yang juga panitia yang esok akan menjadi moderator. 
Disela-sela perbincangan, makanan yang kami pesan pun tiba. aku segera melahapnya, namanya Ayam Kosek. Ayamnya empuk sekali dibaluri dengan sambal kosek yang rasanya membahana pedasnya. tapi karena aku suka pedas, lanjuttt terusss.... Mmm... pokoknya uenak tenan to ...Hihihi ...
gimana, enakkk nggak? :P
 Malam itu kami membicarakan konsep untuk acara besok. sedikit kesulitan juga karena nggak ada Kak Tiara disitu. dia kan masih di kereta api ... tut tut tut .... Haha...
Setelah selesai, aku pun diantar Bu Fivi kembali ke Hotel untuk berisitirahat.

Esoknya ... aku sudah bersiap-siap. Kak Tiara juga tampaknya sudah sampai di kamar ujung. Haha...
Dari hotel, aku sudah mendapat sarapan nasi dan roti. lezaat...
jam setengah depalan, aku sudah di jemput oleh bu Retno. dan disitu baru Kak Tiara diminta keluar. dia membawa baju KKPK yang niatnya aku pakai. ada dua setel baju, dan langsung aku kenakan. 
Tapi ternyata ..... Baju nya Kekecilaan.... Huaaaa...
Jadi cucok gitu deh kalo aku liat di kaca. Hihihi ...
Bingung di akalin pake apa, akhirnya aku tetap pake baju itu deh .. tapi aku kenakan juga kemejaku yang tidak aku kancing. setidaknya tak tampak bila baju itu kekecilan. Huhuhu ...
Udah siapp ... setelah itu aku langsung menuju lokasi Talkshow, namanya Gedung Wanita. ada di jalan pahlawan nomer 34-A. Hahahaha, Hafal amat sih ... Hihih...!

Setelah sampai lokasi, ternyata sudah banyaaakkk banget peserta yang hadir. Uwiiihh ... aku aja sampe deg-degan. disitu aku sama kak Tiara ngobrol-ngobrol macem-macem. kami disambut oleh banyak panitia di ruang tamu. disitu juga ada kak Sholehudin yang juga nantinya akan berbicara seperti aku.

Aku mulaideg-degan menuju acara itu. karena inilah talkshow ketigaku dan ini acaranya resmi banget. kalo yang pertama sih di senayan waktu acara PCPK, yang kedua di SDIT Annida CIKARANG. dan ini lebih lebih resmi. huaw..

Apalagi pesertanya terdiri dari Murid SD dan SMP serta pembimbing yang berjumlah 210 peserta. udah gitu, banyak wartawan dan juga ada cameraman gitu... aaaaah, jadi grogi diriku. Hihih...

setelah itu acara dimulai oleh sambutan-sambutan dari ketua panitia dan Walikota Magelang. Wow.
Walikota memberi sambutan

aku sedang berbincang dengan kak Sholehuddin

Dibelakang itu pesertanya :) banyak yaa.. hehe
 setelah acara sambutan berakhir, acara Talkshow pun dimulai. aku, Kak Tiara, dan Kak Sholehuddin maju menuju sofa di panggung. Kami bertiga juga akan di pandu oleh moderator bu Murti yang semalam sudah bertemu. orangnya baik banget.
  
Disitu, aku bercerita mengenai pengalamanku dalam menulis.semua peserta sangat antusias mendengarkan ceritaku. ada juga yang tertawa karena logat berbicaraku unik. sedikit sunda, jawa, indonesia campur jadi satu. haduh bagaimana ya... Hihih...
Setelah itu barulah Kak Tiara yang berbicara. Dia menyampaikan materi menulis itu mudah dan menyenangkan. sebenarnya, materi itu milik Kak Rama. hihihi ... tapi Kak Tiara lah yang mempresentasikan. 
awal dia maju, Kak Tiara menyapa peserta semua dengan gokil. semuanya terhibur dengan candaan Kak Tiara yang tidak garing. selain itu, Kak Tiara pun buat Kuis yang asik loh ini foto-fotonya.

Kuis untuk Pendamping Kata Berantai



Hadiah untuk kuisnya juga banyaaaaaakkk banget loh! ada sekitar 100 buku. dan itu dibagikan dengan kuis yang beragam. karena banyaknya buku, sampe-sampe aku dan kak Tiara kehabisan ide untuk kuis.alhasil, segala bentu pertanyaan aneh di tanyakan kepada peserta. hihihi ..
Ditengah acara, mamah memberi bisikan kepada kak Tiara, bahwa karena pada tanggal 17 juni aku berulang tahun, maka dicari 3 orang yang mendapatkan buku untuk menyanyikan lagu ulang tahun.
Kak tiara menyuruh menyanyikan lagu dengan 3 bahasa, yang pertama bahasa indonesia, bahasa inggris, dan .... bahasa jawa!! huahahaha ... dengan tampang polos, yang kebagian bahasa jawa cuma nyanyi dengan bahasa indonesia dengan nada datar. hahaha... tidak hanya itu, bu Murti pun menyuruh semuanya untuk menyanyikan lagu Ulang tahun untukku. Haa... senang sekali!
setelah itu, sesi tanya jawab pun dibuka. ada yang bertanya kepadaku dan kepada kak Sholehudin. semuanya sudah mempersiapkan pertanyaan dengan baik. dan syukurlah aku bisa menjawab pertanyaan mereka dengan baik.
Setelah itu, acara pun berakhir sekitar pukul 12. dan diadakanlah Book Sign. banyak sekali yang menghampiriku sekedar untuk berkenalan dan meminta tanda tangan di buku karyaku. ada juga yang berfoto denganku. semua kulayani dengan senyuman ... ayo ayo ayo.hahahaha...
tak hanya itu, kami juga berfoto bersama panitia semuanya. ini dia fotonya ... 
 
Ketika acara selesai, aku di beri kenang-kenangan oleh Panitia berupa patung mini bertuliskan perpustakaan magelang, Uang Saku, dan juga Cemilan khas Magelang loh. Waah... Asikkk ... Tak hanya itu, kami juga diajak makan siang di restauran yang enaak sekali.
Terimakasih sekali lagi untuk pihak Perpustakaan Magelang. Harapanku setelah itu, bermunculan karya-karya novel dari peserta yang telah mengikuti kegiatan itu. Amiin ....




Sabtu, 12 Januari 2013

Cerpen - Peri Pencuri Kupu-Kupu


Peri Pencuri Kupu-Kupu
Oleh : Billy Briliant
Kerajaan Samudra ialah tempat yang nyaman bagi seluruh peri di negeri itu. Tempatnya bersih dan juga harum sekali! Viona, Veronica, dan Alysa adalah tiga diantara berjuta Peri yang hidup di Kerajaan tersebut. Tak salah lagi, mereka bertiga besahabat! Hari-hari tiada berwarna bila tidak dihabiskan untuk bermain bersama.

Hari ini mereka akan bermain. Mereka pun mulai berjalan melihat-lihat bunga. Di jalan tersebut sangat banyak kupu-kupu yang menghisap nektar dari  bunga-bunga yang indah. Para peri pun jadi asik memandangi kupu-kupu tersebut. Kini para peri tersebut mulai berterbangan mengejar Kupu-kupu tersebut.

Mereka bertiga sekarang mempunyai kupu-kupu yang sama-sama indah. Mereka mulai bermain-main dengan kupu-kupu tersebut. Setelah merek puas untuk bermain dengan kupu-kupu, mereka pun melepaskan kupu-kupu itu. Namun, Peri Veronica masih tetap menyimpan kupu-kupu itu.

Hingga mereka hendak pulang, peri Veronica masih saja bermain dengan kupu-kupu kesayanganya. Peri Viona tersentak kaget ketika mendapati peri Veronica yang belum juga melepas kupu-kupunya.
“Veronica .. kenapa kau tidak melepas kupu-kupu itu?” Tanya peri Alysa.
Peri Veronica tetap terdiam. 
“Aku ingin membawanya pulang ..” jawab Peri Veronica.
“Vero .. kau tak boleh membsamudraya pulang! Bagaimana bila Populasi kupu-kupu disini berkurang? Kau akan sedih bila tak melihat kupu-kupu disini tersenyum menyambut kehadiran kita!” Sanggah Peri Viona.
“Benar .. lebih baik kau lepaskan saja kupu-kupu itu. Dari pada, kau disebut sebagai pencuri kupu-kupu?” sahut Peri Alysa.
“Hm… baiklah!” sesal peri Veronica. Kemudian, ia kembali kebelakang. “Tunggu aku ya! Aku akan mengembalikanya ..” lanjut Peri veronica.
Ketika sampai ditempat yang semula ia menemukan kupu-kupu, Peri Veronica melihat sekantung plastic. Akal jahatnya bergelitik jahil.

Hm.. Aku tidak mau membiarkanya disini saja! Ah .. aku kantungi saja kupu-kupu ini dan kubawa pulang! Pikir Veronica jahil. Setelah ia mengantungi kresek berisi kupu-kupu, ia bergegas menghampiri teman-temanya lagi.

“Ayo kita pulang!” seru Veronica sedikit gugup. Tanpa ada kecurigaan sedikitpun, Alysa dan Viona lekas beranjak pulang. Ah ... syukurlah mereka tak mencurigaiku, desah Veronica dalam hati.

Ketika senja sudah menggunungi, Veronica yang berada dirumah segera saja mewadahi kupu-kupu yang dibawanya kedalam toples. Didalamnya pula, tak lupa ia berikan beberapa helai daun agar dimakan nantinya.
Hari-hari Veronica selalu saja diwarnai dengan riang yang mendalam karena seekor kupu-kupu itu. Sampai-sampai, bila Alysa dan Viona mengajaknya untuk bermain pun, Veronica lebih memilih untuk tingal dirumah. Saat itu, alysa dan Viona berkumpul ditengah ilalang yang indah. Mereka bermain tak seperti biasanya. Mereka sudah mengajak Veronica, tetapi hasilnya nihil. Lagi-lagi Veronica menolak tawaranya. Uh!
“Aku curiga dengan tingkah laku Veronica akhir-akhir ini,” kata Alysa kepada Viona.
“Yeah ...! memangnya kenapa sih, kok Veronica sudah tak lagi bermain bersama kita?” dengus Viona.
Alysa mengangkat bahunya. “Hei! Bagaimana kalau kita cari tahu yang sebenarnya terjadi padanya?” tanya Alysa yang membubuhkan seribu ide cemerlang.
Viona mengangguk kencang! Kemudian berbisik kepada Alysa. Setelah semuanya siap, mereka berdua lekas terbang menuju rumah Veronica. Ketika sampai, mereka kemudian menyusup ke sela-sela rumah Veronica. Terdapat sebuah jendela yang sedikit terbuka. Ya! Itu adalah jendela kamar Veronica.
Diam-diam, Viona dan Alysa mengintai apa yang sebenarnya terjadi dengan Veronica. Melalui celah-celah jendela yang terbuka, tampak Veronica yang asik memandangi kupu-kupu yang berada didalam topless.
Betapa terkejutnya Viona dan Alysa setelah mendapati kupu-kupu yang ada didalam topless. “Bukankah kupu-kupu itu yang pernah dimainkan Vero?” bisik Alysa. Viona mengangguk kencang.
“VERONICA!!!!” teriak Alysa yang langsung menyingkapkan jendela kamar Veronica. Betapa terkejutnya Veronica yang mendapat terikan lantang. Tanpa sadar, ia terkejut hingga lenganya menyingkirkan Topless kupu-kupu yang berada diatas meja dan ... PRANG!!
Setengah kesal, Veronica cepat-cepat menyembunyikan topless yang pecah berkeping-keping itu. wajahnya seketika berubah menjadi ketakutan. Pucat tampak melekat dengan perhatian yang sudah buyar. Terlebih ketika tahu ada Viona di dekatnya.
“Ternyata kau mencuri kupu-kupu itu!” geram Viona. Warga di kerajaan samudra memang tidak boleh memelihara kupu-kupu satupun. Hal itu karena kupu-kupu juga mahluk hidup yang ingin bebas berkelana.
“Ta... tapi!” ucap Veronica terbata-bata. Tiba-tiba saja, sayapnya yang indah menciut. Mengecil-mengecil dan mengecil. Viona dan Alysa yang melihatnya sontak terkejut. Semakin menyusut, akhirnya Sayap tersebut menjadi hilang.
“Sayapkuuu ....!!” jerit Veronica diiringi derai tangis. Viona dan Alysa yang melihat sahabatnya menangis mejadi sedih. Mereka yang semula ingin marah habis-habisan justru mereka urungkan niatnya itu. “Viona ... Alysa ... maafkan aku! Aku sudah membantah perintahmu dan kini aku kena batunya! Hiks ... hiks ...” ucap Veronica masih terbalur tangis.
“Penyesalan memang datang dipenghujung. Kau tak perlu menyesali semua ini!” ujar Alysa. “Kita akan tetap bersahabat walaupun kau tak memiliki sayap lagi,” lanjutnya.
“Terimakasih ... ini adalah salah satu penyesalanku!”
Sejak saat itu, dikerajaan Samudra tak ada lagi yang berani mengambil kupu-kupu dari manapun. Begitu pula dengan Veronica. Ia harus menunggu lama dengan kebaikanya selama 2 tahun hingga sayapnya kembali tumbuh. []

Rabu, 29 Agustus 2012

Fantasteen - Magic Pearl : Amazing Adventure Under The Sea

Princess Yvonne Emoticons 43Tuut ... Tuut ... Tuut ...

Tadi gue buka facebook, dan betapa gilanya  senangnya waktu gue ngeliat Fanpage Fantasteen yang ternyata dia ngepost Cover + Sinopsis Buku karyaku yang berjudul "Magic Pearl : Amazin Adventure Under The Sea"


klik untuk lebih besar yah! ^.^
Wuaah... langsung aja gue baca sinopsis final nya! ini dia...

Guncangan tersebut sangat amat dahsyat. Ya, kejadian ini bisa dibilang tsunami. Entah apa yang kurasakan. 

Kini, aku sudah berada di dalam air. Seluruh makhluk air entah ke mana. Aku begitu sangat menyesal menyikapi keadaan ini. Kini, aku sudah tidak bersama Oca lagi. Terlebih bersama Ayah.

Dan bagaimana nasib Wrenly? Mungkin ia sudah menderita karena tsunami ini.

Duarrrr!!! Kudengar suara letusan mesin. Ya, aku tidak begitu mendengarnya dengan jelas. Agaknya, itu adalah suara letusan dari kapal selam. Dan entahlah, semuanya hitam. Aku tidak bisa melihat apa-apa lagi.

Hmm… Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah benar terjadi tsunami dalam cerita itu? Siapa Oca dan Wrenly? Ayo, ikuti petualanganku menjelajah lautan! Asyik, lho!

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Oh iya, buku ini patut banget buat kamu baca loh! Ceritanya seru banget nget nget dan sekali lagi nget. Oke sip!

Kenapa?

Idih Readers  kepo nih!Princess Yvonne Emoticons 27 oke, karena lagi baik hati, billy kasih bocoran deh ...
Nah, jadi, di Cerita ini tuh memuat beberapa aspek! Emang sih, buku ini berkesanya Petualangan banget kan?
eits, tapi, ingat nggak kata orang tua, 'lihat sesuatu jangan dari luarnya'.
Okesip! meskipun Fantasy, dalam cerita ini terkandung moral dan jalinan kasih antara kakak beradik yang sangaaat erat loh!

Beneran?

Yeh, Enelan kok, Cyus ...! Mi aoh ..
Yap! Selain itu, dalam cerita ini menyajikan berbagai pengetahuan seputar laut, menyelam, kapal selam, dan lingkungan dibawah laut.!
Wah, kumplit kan?
Dijamin dah, setelah kamu baca buku "Magic Pearl" kamu akan cinta dengan kekayaan laut dan langsung melindunginya!

Princess Yvonne Emoticons 40Wah, Kumplit Abis nih! Hmm.. tapi, buku se-Kumplit nasi Uduk itu pasti mahal yah? 

Jangan Khawatir Readers, buku yang sekumplit nasi Uduk ini bisa dinikmati dengan harga terjangkau kok!
cukup merogoh kocek senilai 3 juta  Rp. 32000 kok!
Huaa.. murah kan?Princess Yvonne Emoticons 15
Insyaalah buku ini akan tersedia ditoko buku sekitar awal bulan september ya!

Jangan lupa beli karya Penulis Cilik yang satu ini ya teman-teman ... ^.^
Kalau sudah beli, jangan lupa kasih kritik dan saran!
Oya, beri tahu teman-teman juga yaa Princess Yvonne Emoticons 12

Nantikan karyaku selanjutnya ya!

See you Babay ...Princess Yvonne Emoticons 13

Minggu, 05 Agustus 2012

Queen Flower


karya : Billy Briliant“Dasar Kamseupay!” sembur Clara dari dalam mobilnya yang hendak pulang. Naomi sedikit geram akan ejekan itu. Namun Ia yang pulang dengan Jalan kaki tak berdaya untuk menandingi kawanya yang pulang dengan mobil mewah. Ia hanya menggerutu sekenanya saja.
Naomi melanjutkan jalanya menuju kediamanya yang berjarak lumayan jauh dari sekolah barunya. Satu cemooh baru saja selesai, tiba-tiba ... Pratt!! sebuah cipratan air pun mengenai pakaian Naomi yang sudah menguning.
“Hahaha ... Ini semua memang pantas untukmu, Culun!!” Ejek Felysa dari dalam mobilnya. Lagi-lagi yang mengerjai Naomi dari dalam mobil. Naomi tak bisa membalasnya.
Naomi mengembuskan nafas. Kesal sekaligus sedih bercampur pada dirinya. Betapa tidak? Naomi yang baru saja masuk disekolah barunya sudah di suguhi dengan berbagai cemoohan dari teman-temanya yang berderajat lebih tinggi darinya. Ya, mereka adalah anak-anak yang tercukupi. Sedangkan Naomi? Biaya bersekolah pun terbilang sulit. Beruntung Naomi bisa masuk sekolah yang bagus itu, karena Ia terpilih dalam sebuah lomba pelajaran lalu.
Selain itu, Naomi juga sedih karena seragam sekolahnya yang sudah kusut itu terciprat genangan air dan akibatnya semuanya menjadi basah. Malangnya lagi, Naomi hanya memiliki satu Seragam dan itu sudah sangat lecek.
Namanya Naomina Arisha Kito. Ia adalah seorang Gadis yang memulai hari-harinya dengan sederhana. Penampilanya sederhana dengan kaca mata bulat nya yang tak henti digunakan.
Naomina tinggal disebuah tempat yang terpencil. Desa Ferground, namanya. Desa itu ditempati oleh beberapa orang saja. Tak banyak orang yang menginginkan tinggal ditempat yang terpencil itu. bahkan tak heran bila Naomi selalu bangun tidur dini hari, agar dapat sampai di sekolah tepat waktu. Selain jaraknya yang lumayan jauh, ia pun harus berjalan kaki untuk menempuh pendidikan.
Meskipun desa Ferground adalah desa yang terpencil, namun Naomi sudah sangat mencintainya. Betapa tidak? Jauh didalam Desa terdapat sebuah sungai yang amat indah! Dan mengunjunginya adalah salah satu hal yang wajib dilakukan Naomi.
Hari pertama Naomi disekolah barunya sangat memilukan. Entah apa penyebabnya. Padahal Naomi adalah anak yang cerdas. Tetapi penampilanya sangat sederhana dan itulah yang membuat teman-temanya menjadi sebal denganya. Maka tak heran bila Naomi mendapatkan cibiran “Si Culun”.
Tok .. tok .. tok..Naomi mengetuk pintu rumahnya yang sudah rapuh dimakan usia. Pintu terbuka dan tampaklah seorang wanita tua, yaitu Ibunya. Naomi hanya bisa menundukkan kepalanya. Ia tak bisa membayangkan ocehan apa yang akan didapat ketika ibunya melihat bajunya yang sudah berlumuran air.
Benar saja! Ibu terpenjerat melihat seragam putrinya yang kotor. Matanya mendelik kaku. Jelas saja ibu marah pada Naomi.
“Astaga! Kau ini bagaimana? Bukankah seragam sekolahmu masih digunakan esok hari? Mengapa kau kotorkan seragam mu ini?!” bentak ibu dengan mata memelototi seragam Naomi. Naomi membungkam. Ia tak bisa berkata apapun. Didalam hatinya, Ia ingin sekali menangis.
“Cepat masuk dan ganti pakaianmu!” Lanjut Ibu yang mempersilakan Naomi masuk.
Naomi masuk dengan hati yang bercamuk. Kemudian, ia menuju kamarnya dan berganti baju. Selepas itu, Ia berbaring dikamar. Bingung akan melakukan apa. Ia butuh hiburan dan juga kesendirian.
“Aha! Bagaimana kalau Aku pergi ke sungai!” pikir Naomi yang beranjak dari tidur. Wajahnya semula kusam dan tak ber-Aura. Tapi kini menjadi penuh sinar dan semangat. Tanpa pikir panjang, Ia pun keluar dari rumah dan lekas menuju Sungai.
Naomi berjalan dengan riang. Mulutnya bersenandung indah menyertainya perjalanannya menuju sungai. Sekawanan burung memasuki semak-semak dedaunan di pohon yang berjajar. Rambutnya yang terkepang dua berloncat-loncat terbawa angin. Naomi tak merasakan kesedihan ketika bermain dengan alam.
Tak lama dari itu, tibalah Naomi ditepi sungai. Sungainya tak dangkal dan juga tak besar. Air dari dalam sungai itu cukuplah jernih. Disekitarnya terdapat beberapa jenis bunga yang berwarna-warni. Bunga-bunga itu bermekaran selalu dikala surya menyinari. Ada juga Ilalang yang menari-nari terhempas angin.
Naomi duduk diantara semak-semak rerumputan yang beraroma. Perutnya bergelitik seketika. Lapar. Ia mendongak keatas. Belasan buah Apel yang segar bergelantungan dengan pucuknya. Naomi terdiam sejenak. Seutas senyum tersungging dibibirnya.
Naomi segera Berdiri. Dengan tangkas, Ia memanjat pohon Apel yang berada di tepi sungai. Ia sudah terbiasa memanjat pohon-pohon yang berukuran besar. Sehingga kemampuanya ini sudah tak diragukan lagi. Naomi memetik satu buah Apel.
Setelah mendapatkanya, Naomi kembali duduk direrumputan. Gigi-giginya mengais buah Apel secara perlahan. Serat-serat yang dihasilkan memupuk dahaga Naomi. Tanpa sengaja, Naomi melihat ke genangan air sungai.
Sekelibat terdapat naungan aneh. Mulut Naomi yang hendak menyantap Apel hanya menganga, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Karena penasran, Naomi kembali menatap ke air sungai yang jernih.
Betapa terkenjutnya Naomi saat itu. Air yang jernih itu, rupanya dapat juga mencerminkan arah pantulnya. Dari dalam Air, bernaung sebuah Istana yang megah. Naomi terbelalak. Bayangan dari dalam air sungguh berbeda dengan kenyataan yang dilhatnya ketika baru tiba.
Naomi terdiam. Perlahan Ia menoleh kebelakang. Sementara itu pikiranya sudah melambung bersama imajinasinya. Ketika menoleh kebelakang, tak ada perubahan sedikit pun. Bahkan burung-burung pun masih sama berkicau dan tak berpindah tempat.
Naomi dibuat pusing dengan semua ini. Ia kembali melihat air sungai. Naungan sebuah istana masih tergambar jelas pada desiran air sungai. Naomi kembali terbelalak melihat megahnya sebuah istana.
Tegang dan bingung bercampur dalam benaknya. Keringatnya terkucur mengingat kejanggalan yang terjadi disekitarnya. Dengan perasaan tegang, Ia mengulurkan lenganya ke derasnya air sungai yang mengalir. Jari lentiknya menyentuh air.
Tiba-tiba ...
“AAAAAA” jerit Naomi.
Tanganya tiba-tiba merasa melemas. Tak ada seluruh tenaga yang tersisa. Secara perlahan tangan Naomi meleleh. Lelehan tanganya bercampur memasuki pusaran-pusaran air. Meski demikian, naungan sebuah Istana megah masih tergambar jelas.
 Lelehan itu menjalar melintasi tubuhnya. Naomi tak bisa melakukan sesuatu. Tak ada sebersit tenaga yang melintasi tubuhnya. Kalau saja ada sebuah tenaga, Ia akan segera berlari. Menjauh dalam pusaran-pusaran air itu. Namun, ini semua tak mungkin. Kini seluruh tubuhnya sudah meleleh memasuki pusaran air.
Buzz ....Naomi tergeletak ditepi sungai. Ya memang, Ia tergeletak disebuah sungai. Sungai? Mungkin kau pikir Naomi tak berpindah tempat, karena Ia kembali berada di sungai, bukan? Bagi kau yang berpikir seperti ini tentu fatal! Jawaban yang kau berikan salah ... karena Sungai yang ditempati Naomi bukanlah sungai yang seperti semula Ia berpijak.
            Sungai yang ditempatinya, kini jauh lebih bagus dari sebelumnya. Disungai itu terdapat banyak bunga teratai. Bunga teratai itu tersebar tak tentu arah. Diam keberadaanya membangkitkan suasana tentram.
Disetiap sisi nya terdapat beribu bunga tulip yang bermekar indah. Selain itu, ada bunga dandelion dan banyaak lagi! Bunga itu berwarna-warni indah. Beberapa serangga nakal menghisap sari-sari dari bunga itu.
            Naomi tergeletak dengan tangan masih memegang buah Apel yang sebagian sudah dimakanya. Beberapa burung menghampirinya. Layaknya, Naomi sebagai pemberi makan kepada Burung. Sesegera mungkin, kawanan burung itu mematuki Apel yang berada ditangan Naomi. Burung-burung itu layaknya hidup, berbaris dengan teratur mengelilingi Apel yang malang.
            Dalam lelapnya, Naomi merasa ada yang aneh. Tanganya seperti dicocoki oleh burung. Ia merasa geli dan sontak terbangun mengejutkan kawanan burung itu. Buah Apel itu belum habis seutuhnya. Naomi terbangun dengan nafas yang terdesah-desah.
            “Hei ... dimana aku?” tanya Naomi terbelalak dengan suasana yang sedikit berbeda.
            Ia menoleh ke arah sungai. Sebuah sungai tak bertepi itu agaknya berbeda dengan yang Ia lihat tadi. Kemudian Ia menoleh kembali. Betapa terkejutnya Naomi ketika yang dilihat ialah sebuah Istana megah.
            Naomi membuka matanya lebar-lebar.“Sebuah istana?” pikirnya sejenak. tiba-tiba ia terpikirkan mengenai sebuah Istana yang dilihatnya pada suatu bayangan di sungai. Teringat adanya sungai yang baru saja dilihat, Ia langsung menuju Sungai. Sialnya, Ia tak menemukan sebuah sungai.
            “Aah! Bagaimana caraku kembali ... Aku rindu pada ibuu !!” pekiknya. “Oh iya, sebelumnya aku tiba disini bukankah aku menyentuh air sungai?” pikir Naomi lagi.
            Langsung saja, Naomi mengulurkan tanganya agar menyentuh Air sungai. Sebenarnya, Ia sedikit canggung. Namun apa yang harus dilakukanya? Mungkin ini salah satu cara agar Ia dapat kembali?
            Rupanya, yang dilakukan Naomi hanya hal konyol. Tak ada perubahan ketika ia menyentuh air. Air hanya berombak kecil menyahuti sentuhan Naomi.
            Naomi terdiam sejenak. “Mengapa tubuhku tak meleleh lagi?” pikirnya konyol. Lama sudah jari-jari Naomi menyentuh Air. Namun tak ada perubahan. “Ah! Yang kulakukan hanyalah hal konyol!” kata Naomi kesal.
            Separuh asa nya, Ia pun melangkah menjauhi sungai itu. Kini Naomi bingung akan pergi kemana. Tak tentu arah, karena disini pun Ia tak tahu jalan. Bahkan, ia tak tahu kini ada dimana.
            Ketika Naomi sedang melamun dengan langkah yang gontai, tiba-tiba seseorang menabraknya.Brak! Naomi yang tak siap dengan tabrakan itu seolah terpanting dan terjatuh.
            “Argh! Ada apa ini?” seru Naomi geram.
Naomi mendapati seorang dengan pakaian yang aneh berlari terbirit-birit. Ya, Naomi sudah tahu, orang itulah yang menabraknya tadi. Naomi menjadi amat kesal. Ia berdiri dan langsung berlari mengejar Orang yang menabraknya tadi.
Kemampuan Naomi berlari sudah tidak diragukan lagi. Rupanya, dari belakang pun banyak sekali yang sedang mengejar Seorang yang baru saja menabrak Naomi. Dan ...
Hap!
Naomi menangkap Orang yang telah menabraknya itu. tanpa bersalah, Naomi langsung memukulinya. Naomi sangat kesal dengan Orang itu.
Buk .. Buk .. Buk ..
Seorang yang menabraknya ialah seorang wanita tua bertubuh kecil kerempeng. Wanita itu mengenakan pakaian yang amat tertutup ditambah jubah yang berwarna hitam. Sehingga Naomi pun tak dapat melihat wajahnya. Tak ingin identitasnya tersamarkan, Lelaki itu pun langsung berlari terbirit-birit.
“Huh! Sialan!” umpat Naomi geram. Naomi menghela nafas sejenak. Tiba-tiba ia terbelalak ketika ada sesuatu yang menggelinding mengerpa kakinya. Naomi terenyuh. Perlahan pandangan matanya turun, dan ia mendapati sebuah karung berserat.
Karena penasaran, ia segera mengambil Karung berserat itu. ukuranya cukup kecil. Sejenak, Naomi memandangi karung berserat itu. Ringan. Kemudian ia menguntai talinya agar karung itu terbuka.
Setelah terbuka, Ia melihat isinya. Seberkas cahaya bersinar keluar dari dalam karung. Samar-samar, Naomi melihat beberapa tangkai bunga yang amaat Indah!Tangan Naomi mengulur kedalamnya.  Ia mengambil satu bunga dari karung.
Bunga yang amat indah. Naomi tertegun sekali melihat bunga tersebut. Bunga itu berwarna emas. Naomi mendekatkan bunga itu lagi dan lagi. Mulutnya menganga kagum.
“Bunga apa ini?” ucap Naomi.
Bunga nya berbentuk runcing dan lumayan besar. Dibagian tengahnya terdapat mahkota yang berwarna indah.
Bunga tersebut untuk kesekian kalinya bersinar. Yeah, That Flower is Shining. Sinarnya berterbangan mengembang diudara. Perlahan, bunga itu menjadi serbuk-serbuk emas. Serbuk emas itu terhampar sebagian ditangan Naomi dan mulai berterbangan.
Sring .. Sring .. Sring ..Serbuk emas itu berkelinang menyelimuti hawa ditubuh Naomi. Naomi tersenyum dan sedikit terkejut. Tanganya mengembang mencoba menyentuh serbuk-serbuk itu. Lembut layaknya gula-gula pasir pada olesan cake.
            Tiba-tiba, Serbuk-serbuk emas itu semakin menggunduk menyelimuti tubuh Naomi. Tubuh Naomi pun melayang-layang secara perlahan. Naomi terkejut. Ia ingin kembali seperti semula, tetapi tidak bisa. Seluruh tenaga nya sepertinya sudah terhisap oleh kekuatan dari serbuk-serbuk itu.
            Tiba-tiba serbuk itu menghilang seketika. Tetapi, tubuh Naomi menjadi bersinar. Kali ini, Naomi menjadi berubah 180o dari sebelumnya. Ia mengenakan sebuah pakaian yang anggun. Pakaian itu terbuat dari untaian bunga-bunga kamboja dan beberapa percampuran bunga lainya yang indah.
            Wajah Naomi pun menjadi bersinar bersih. Rambutnya yang semula terkepang, kini menjadi terurai indah. Dikepalanya, terdapat sebuah mahkota yang berbentuk bunga emas.
Bruuk!!
            Tiba-tiba saja, Naomi terjatuh. Ia pingsan secara tiba-tiba. Tubuhnya yang semula tak bertenaga, kini perlahan memulih.
Mata Naomi masih saja terpejam. Kali ini, Naomi sudah tidak berada disemak-semak yang semula ia terjatuh. Melainkan, berada diantara kerubungan para putri yang cantik.
Sementara itu, putri-putri  itu tengah resah memikirkan nasib Ratu Naomi—sebutan dari mereka para putri-putri cilik. Ya, Naomi memang menjadi seorang Ratu dikerajaan Flowerist Castle. Seorang ratu dikerajaan Flowerist Castle ditandai dengan adanya mahkota golden flower.Tak lama dari itu, mata Naomi perlahan terbuka. Samar-samar ia melihat sekumpulan putri-putri anggun yang berada dihadapanya. Perlahan matanya terbuka besar. Dan betapa terkejut nya dia, ketika melihat para putri-putri yang indah tersenyum berada dihadapanya.
Naomi terbangun kemudian duduk. Ia mencoba tidak membuat putri-putrinya itu memiliki pikiran lain. Tidak hanya itu, ia juga terkejut ketika melihat penampilanya yang berubah drastis! Kulitnya menjadi putih merona dan menggunakan gaun bunga yang indah.
“Dimana aku?!” pekik Naomi yang sudah tak tahan dirindung seribu pertanyaan.
“Ratu ... sekarang inilah kerajaanmu!” celetuk seorang Putri yang mengenakan gaun berwarna Hijau.
Naomi tertegun. “Ratu?” gumamnya.
“Benar sekali Ratu, kali ini, Ratu sudah menjadi ratu diistana kami—flowerist castle.” Jelas si putri bergaun merah diiringi anggukan dari beberapa putri lainya.
“Bagaimana bisa?” tanya Naomi terbelalak.
“Entahlah .. yang jelas, kau adalah ratu yang baru di istana ini. Karena ratu menggunakan sebuah mahkota..” jawab salah seorang putri dengan ramah.
Naomi terdiam. Mencoba menerima semua ini. Nalurinya kian keras mengolah semua Magic yang terjadi. Naomi termenung diantara kerumunan putri-putri yang tersenyum  riang. Ia mendekap sebuah bantal berbentuk bunga. Seketika senyumnya hilang.
Putri-putri yang berada disebelah Naomi menjadi kebingungan. Mereka heran mengapa Naomi—ratu bunga yang baru menjadi sedih.
“Ratu .. mengapa ratu sedih?” tanya Putri Cesy, si Putri Biru.
“Tidak .. aku hanya rindu pada rumahku di bumi ..” ucap Naomi mengangkat wajahnya dan tersenyum menutupi kesedihan hatinya.
“Ta ... tapi, Ratu harus tetap disini .. bagaimana nasibnya bila tidak ada ratu? Istana bunga ini, pasti akan hancur ..” jelas Putri Cesy lagi. Untuk kali ini perkataanya terlontar dengan gugup.
“Mungkin aku akan mencari penggantiku sebagai Ratu untuk beberapa hari kedepan..” kata Naomi lagi.
Putri-putri cilik itu tersenyum dengan polos. Mereka sudah senang mendapat jawaban yang sama dari Naomi.
Untuk sementara waktu ini, Naomi hanya tinggal di Istana barunya. Iya belum bisa mencarikan pengganti baru untuk menjadi seorang Ratu di Flowerist Castle. Naomi menjalani hari-harinya dengan menyenangkan di Istana nya, kini.
Naomi sudah bisa beradaptasi dan berkomunikasi dengan rakyat-rakyatnya. Ia senang dengan tanggapan antusias atas kehadiranya dari rakyat di istana nya. Kendaraan di Flowerist Castlemenggunakan sebuah daun yang dijadikan seperti jet sky. Namanya Green Sky.
Rupanya, Ia tinggal pada sebuah Istana yang ia lihat sewaktu belum ada perubahan. Naomi hidup makmur dengan para putri ciliknya yang patuh dan baik padanya. Namun disisi lain, Naomi heran apakah ini mimpi atau bukan. Sudah berkali-kali ia mencubit pipinya yang menggemaskan. Namun itu sia-sia. Terasa sakit, karena itu semua sungguh terjadi!
Suatu hari, Naomi antusias mengumpulkan rakyat di flowerist castle. Tak seperti biasanya, Naomi tampak bahagia untuk kali ini. Penampilanya sudah begitu anggun. Semua rakyat-rakyatnya benar-benar bingung ketika mendapati kabar bahwa diharuskan berkumpul didepan singgasana sang Ratu.
“Ada apa ya?” pikir mereka yang sudah sangat heran akan pengumpulan yang dilakukan secara mendadak.
Naomi sudah mengumumkan sebelumnya, untuk berpenampilan anggun ketika akan berkumpul dihadapanya. Dan benar juga, berbagai jenis bunga menghiasi pakaian yang dikenakan mereka. Ada yang berwarna layaknya pelangi. Ada yang berwarna hijau semua. Ada pula yang berwarna putih suci.
Semuanya sudah kebingungan dan penuh tanya. Akhirnya, Ratu Naomi pun berdiri dan menggugah rakyatnya.
“Baiklah .. kurasa kalian semua sudah kebingungan akan maksudku mengumpulkan kalian semua disini ..” ujar Ratu Naomi memulai. Semuanya sudah siap menanti kelanjutan omongan Ratu Naomi.
“Akan ku umumkan langsung pada titik perbincangan saja. Aku disini sudah menemukan pengganti bagi kalian yang akan menggantikanku sebagai Ratu di Istana ini ..” kata Ratu Naomi membuat semua rakyatnya langsung merapikan pakaian mereka.
“Aku memang sudah harus meninggalkan istana ini. Meskipun begitu, aku akan percayakan kepada penggantiku yang baru. Kuharap, setelah aku tak disini lagi, kalian masih tetap mengenangku.” Ucap Naomi dengan perasaan sedikit sedih.
“Dan, yang Menjadi Ratu, adalah ......”
Suasana hening. Berdebar merajut detakan jantung mereka. semuanya berbondong-bondong bersaing untuk mendapatkan gelar sang ratu. Tak hentinya, untaian doa pun dipanjatkan oleh mereka—yang menginginkan menjadi seorang Ratu.
“Shany Alicia Keith!” seru Ratu Naomi menggelegar.
Shany, si Putri bergaun putih suci terkejut ketika mendapati namanya tersebut oleh sang Ratu. Ia sungguh tak menyangka, seorang Shany dengan penampilan sederhana menjadi seorang Ratu di Istana itu.
            Air mata haru pun meleleh seiring tepuk tangan yang meriah teriring dari teman-temanya. Shany berdiri kemudian melangkah menuju singgasana sang Ratu. Ya, Shany adalah seorang Putri yang berusia hampir remaja. Ia berwatak baik, pekerja keras dan suka menolong. Tak heran, bila sang Ratu Naomi memilihnya sebagai penggantinya.
            Sebuah bunga emas pun diberikan kepada Shany. Dan seperti yang dialami oleh Naomi, Ia pun menjadi bersinar dan seketika berpenampilan anggun. Ya, kini Shany adalah seorang Ratu di Istana Bunga. Ia tersenyum senang.
Sebuah sinar mencuat dari tubuh naomi yang sudah tak bergaun indah. Ia tersenyum seraya melambaikan tanganya kepada rakyat-rakyatnya. Perlahan sinar itu menyelimuti tubuh Naomi hingga tak kemudian ia tak tampak lagi bersama seberkas sinar itu. []

=================
Udah baca kan?? Minta Komentarnya ya! ^.^

Sabtu, 26 Mei 2012

Resensi 'The Power Of crystal'

Yuhu ..
I'm Back!
Oya, teman-teman, ada yang sudah membuka website/blog nya Penerbit Edelweiss?
kalo belum buka deh .. ini : http://penerbitedelweiss.wordpress.com

didalamnya banyak resensi buku Edelweiss Kids loh! ada juga Resensi buku The Power of Crystal'

ini dia :
kalo mau tau lebih jauh, nggak perlu repot-repot.
klik disini .

Selamat membaca, dan jangan lupa beli bukunya!! ^_^

Senin, 23 April 2012

Borong Buku!

Yuhu ... Kalian pecinta buku? kupikir belum pas, bila kalian belum mengunjungi website : Pustaka Iman. Website ini, baru direlease loh! tentunya, tampilan baru juga dong!
Tampilan yang kini, terlihat lebih bagus dan lebih cerah. selain itu, Kalian juga bisa borong buku tanpa harus berpergian!
Hm ... Enak dong? nah, tunggu apa lagi! kalian bisa daftar disini


Nah, abis itu, kalian bisa langsung order buku-buku favorite kalian!
Bagi yang belum beli buku karya ku, sekaligus nggak ada waktu ke tokobuku ...
bisa pesen loh!

nah, jangan lupa buku-buku diatas ya! ^^V

Oke, i just wanna say 'Selamat Belanjong' hihih.... 

:)

Minggu, 22 April 2012

Temanku Yang Menyebalkan


Punya teman yang 'Menyebalkan'? Hm ... sebel nggak sih? Tentunya dong! Well, dibuku ini kesepuluh penulis Cilik (termasuk diriku) mencurahkan kisah mereka dengan teman yang menyebalkan!
Buku ini adalah buku antologi pertamaku. dalam daftar karanganku, ini menjadi buku ke-6. Edisi Khusus ini diterbitkan di Penerbit 'Noura Books' dalam Serial PCPK.
Penulisnya :
  • Alif
  • Billy
  • Ella
  • Khonsa
  • Nurul
  • Qonita
  • Rana
  • Salma
  • Thifal
  • Tiwi
Harga bukunya Rp.29000. Kalau kamu memang punya teman yang menyebalkan, pokoknya nggak bakal nyesel deh kalo beli buku ini. soalnya, selai kisah yang mengandung banyak pesan dan amanat, dalam buku ini tersaji Tips menghadapi Teman yang Menyebalkan, Cara menjadi Teman yang Menyenangkan, dan Cara mendapatkan banyak Teman. Wah asyikk dong!
Nah, berhubung buku ini sudah tersedia di toko buku seluruh indonesia, cepet deh beli buku ini! Kalo enggak nyesel deh, dijamin! :D

Proses Kreatif "Bubble World"


Kisah fantasi ini, aku karang terinspirasi dari sebuah 'Cerpen' yang semula dikirim ke PCPK. Kumpulan cerpenku memang ditolak saat dikabari melalui telfon. ketika itu, kak Hadi berpesan kepadaku agar aku membuat novel yang diangkat dari Cerpenku : The World of Bubble.
dengan perasaan masih rancau karena saat itu ditolak, aku mulai memikirkan alur untuk Novel ini nantinya. Kak Hadi menyarankan ku untuk membaca buku PCPK bertema Fantasy lainya, agar aku bisa mendapat Ide. dan parahnya, beliau memberiku Deadline selama 2 Minggu!


Hm ... esok harinya, aku mulai menulis dengan ide seadanya. tetapi beruntunglah, karena ide mengalir begitu deras. sampai-sampai, satu hari aku bisa menulis 7-10 halaman. yuhuu!


Judul awal pada novel ini adalah "Magic Bubble" aku memberi judul itu karena aku kebingungan dengan judul yang sulit-sulit. namun setelah berdiskusi dengan Kak hadi, judul yang disetujui adalah 'Bubble World'.


Setelah novel selesai, aku mengirimkanya ke kak Hadi. dan setelah satu minggu mendapat kabar diterima!
Ah ... senangnya ..!


lanjut hari, aku tidak luput untuk menanyakan proses naskah. 
editing-oke!
desain isi-oke!
tetapi ..
Ilustrasi nya ?
beuh! ini yang membuat proses naskahnya lama.
tadinya naskah ini dijanjikan untuk terbit bulan des-jan. tetapi akhirnya februari. saking ngaretnya, cover ini terbit bulan april!

Ya, bergelut di dunia menulis memang membutuhkan kesabaran! ^_^

Sabtu, 21 April 2012

Bubble World


Yuhhuu!! Alhamdulilah sekayeehh ... ^__^
YA, ini adalah novel karanganku yang ke-6. berbeda dengan lainya, novel bertema fantasy ini diterbitkan dalam serial Penulis Cilik Punya Karya dibawah naungan kak Noor H. dee.
Buku ini sedang berancang-ancang untuk diterbangkan dengan gelembung untuk sampai di toko buku kesayangan kalian loh! Wah asyiikk kan?
Nah, untuk nunggu, kalian baca deh sinopsisnya :


Bagaimana, ya, rasanya terbang naik gelembung? pasti asyik dong. Dan itu dialami Van dan Velly di negeri Bubble World yang indah. tapi hati-hati, karena ternyata Bubble world juga menyimpan bahaya besar! ada penjahat yang benci sekali pada gelembung. 

Wah kenapa ya? Siapa, sih, penjahat yang ingin memecahkan gelembung itu? Bagaimana nasib Van dan Velly?

Sstt ... jawabanya ada dibuku keren ini, lho! petualanganya pun, asyik, seru, dan amazing! baca yuk![]

Well , tunggu tanggal mainya ya! bersiaplah berterbangan dengan gelembung-gelembung yang asyik dari buku ini!